Kompetisi Interspesifik

Sabtu, 12 Oktober 20130 komentar



1.      Dasar Teori
Persaingan adalah suatu tipe hubungan antara jenis yang terjadi pada dua atau lebih individu organisme hewan maupun tumbuhan. Persaingan yang dilakukan oleh hewan sagat berlainan bila dibandingkan dengan tumbuhan. Pada dasarnya persaingan yang dilakukan oleh tumuhan tidak dilakukan secara fisik, lain halnya seperti yang dilakukan oleh hewan atau manusia. Dalam praktikum ini akan dibatasi pada tipe persaingan yang dilakukan oleh tumbuhan.
Di alam persaingan yang dilakukan oleh tumbuhan dapat terjadi antara individu-individu dari satu jenis yang sama (intra spesifik) atau individu-individu dari jenis yang berbeda (interspesifik). Persaingan ini terjadi dikarenakan individu-individu tersebut mempunyai kebutuhan yang sama terhadap faktor-faktor tertentu yang tidak tersedia dalam jumlah yang cukup di dalam lingkungannya seperti makanan, tempat hidup, chaya, oksigen, air dan lain-lain. Akibat dari persaingan ini kedua belah pihak akan saling mempengaruhi laju pertumbuhannya dan akan menurunkan produksi yang dihasilkannya.
Studi mengenai kompetisi interspesifik pada tanaman dapat memberikan informasi yang berharga untuk mengungkapkan faktor-faktor yang membatasi distribusi suatu spesies atau keberhasilan tumbuhnya spesies pada suatu wilayah.
2.      TUJUAN PRAKTIKUM
Mempelajari kompetisi interspesifik secara langsung diantara dua jenis tumbuhan yang berbeda pada suatu wilayah (tempat) yang terbatas.
3.      BAHAN DAN ALAT
1. Polibag atau pot tanaman
3. Biji kacang hijau dan jagung
2. Mistar
4. Air
4.      PROSEDUR KERJA
  1. Sediakan beberapa pot plastik atau polibag yang telah diisi dengan tanah
  2. Pilih biji kacang hijau dan jagung yang masih baik
  3. Tanamlah biji tersebut ke dalam pot/polibag yang sudah disediakan dengan pengaturan penanaman (perlakuan) sebagai berikut:
2 biji kacang hijau dan 2 biji jagung
4 biji kacang hijau sebagai kontrol
4 biji jagung sebagai kontrol
  1. Penyiraman dilakukan setiap hari sampai tanaman berumur 4 minggu.
  2. Pengukuran tinggi dilakukan pada waktu tanaman berumur 4 minggu, setelah itu dipanen dan ditimbang bobot tanaman tanpa akar (berat basah dan berat kering udara).
  3. Bandingkan tinggi dan bobot antara tanaman kontrol dengan yang diberi perlakukan.
  4. Buatlah diagram pertumbuhannya dalam kertas grafik.

Catatan: contoh lembar data pengamatan

Pengamatan (Minggu)
Perlakuan/Ulangan ke
A
B
C
1
2
3
1
2
3
1
2
3
1









2









3









4










Share this article :

Poskan Komentar

 
Copyright © 2015.adi Biology For Us - All Rights Reserved