Penentuan Golongan Darah

Minggu, 31 Juli 20110 komentar

Kelas/SMT     : XI SMA/MA Semester
Standar Kompetensi :
Menjelaskan struktur dan fungsi organ manusia dan hewan tertentu, kelainan atau penyakit yang mungkin terjadi serta implikasinya pada saling temas.
Kompetensi Dasar :
Menjelaskan keterkaitan antara struktur, fungsi dan proses serta kelainan yang dapat terjadi pada sistem peredaran darah
Tujuan Praktikum 
·         Siswa mengetahui 4 golongan darah menurut Landsteiner
·         Mengetahui golongan darah seseorang melalui metode ABO

Dasar Teori
Golongan darah adalah ciri khusus darah dari suatu individu karena adanya perbedaan jenis karbohidrat dan protein pada permukaan membran sel darah merah. Dengan kata lain, golongan darah ditentukan oleh jumlah zat (kemudian disebut antigen) yang terkandung di dalam sel darah merah.
Ada dua jenis penggolongan darah yang paling penting, yaitu penggolongan ABO dan Rhesus (faktor Rh). Selain sistem ABO dan Rh, masih ada lagi macam penggolongan darah lain yang ditentukan berdasarkan antigen yang terkandung dalam sel darah merah. Di dunia ini sebenarnya dikenal sekitar 46 jenis antigen selain antigen ABO dan Rh, hanya saja lebih jarang dijumpai.
Karl Landsteiner, seorang ilmuwan asal Austria yang menemukan 3 dari 4 golongan darah dalam sistem ABO pada tahun 1900 dengan cara memeriksa golongan darah beberapa teman sekerjanya. Percobaan sederhana ini pun dilakukan dengan mereaksikan sel darah merah dengan serum dari para donor. Hasilnya adalah dua macam reaksi (menjadi dasar antigen A dan B, dikenal dengan golongan darah A dan B) dan satu macam tanpa reaksi (tidak memiliki antigen, dikenal dengan golongan darah O). Kesimpulannya ada dua macam antigen A dan B di sel darah merah yang disebut golongan A dan B, atau sama sekali tidak ada reaksi yang disebut golongan O.
Kemudian Alfred Von Decastello dan Adriano Sturli yang masih kolega dari Landsteiner menemukan golongan darah AB pada tahun 1901. Pada golongan darah AB, kedua antigen A dan B ditemukan secara bersamaan pada sel darah merah sedangkan pada serum tidak ditemukan antibodi.
Dalam sistem ABO, golongan darah dibagi menjadi 4 golongan:
Golongan
Antigen dalam eritrosit
Zat anti dalam plasma
A
Antigen A
Anti-B
B
Antigen B
Anti-A
AB
Antigen A & B
-
O
-
Anti A & Anti B

Alat dan Bahan
1.      Alat
·         Jarum (Auto klik)
·         Kapas
·         alkohol 70%
·         Kertas uji golongan darah
·         Pengaduk (tusuk gigi)
·         pipet.
2.      Bahan
·         Darah yang akan diuji
·         Serum anti A
·         Serum anti B

Prosedur Kerja
1.      Pilih teman yang sehat untuk sampel percobaan.
2.      Bersihkan ujung jari tengahnya dengan kapas yang dibasahi dengan alkohol 70%.
3.      Tusuklah jarum ke ujung jari tengahnya secara hati-hati. Pijat ujung jari agar mudah keluar, kemudian teteskan darah yang keluar pada kolom darah A dan kolom darah B di kertas uji golongan darah.
4.      Apabila darah sudah diteteskan, bersihkan kembali ujung jari dengan alkohol 70%, agar tidak terjadi infeksi.
5.      Berilah setetes serum anti A pada darah yang telah diteteskan di kolom darah A dan serum anti B pada darah yng telah diteteskan di kolom darah B. Saat penetesan anti serum, ujung pipet tidak boleh ditempelkan ke sampel darah.
6.      Aduklah tetesan darah yang telah ditetesi serum secara searah dengan menggunakan tusuk gigi.
7.      Amati hasilnya, apakah terjadi penggumpalan darah atau tidak?
8.      Tentukan golongan darah berdasarkan keterangan berikut:
a.       Darah di A menggumpal, sedangkan di B tidak, maka termasuk golongan darah A.
b.      Darah di A tidak menggumpal sedangkan di B menggumpal, maka termasuk golongan darah B.
c.       Darah di A dan di B menggumpal, maka termasuk golongan darah AB.
d.      Darah di A dan B tidak menggumpal, maka termasuk golongan darah O (nol).
9.      Catatlah hasil pengamatan
Tabel Hasil Pengamatan
No.
Nama
Darah pada Kolom A
Darah pada Kolom B
Golongan Darah
Menggumpal
Tidak Menggumpal
Menggumpal
Tidak Menggumpal
 1






 2






 3






 4






 5







Silahkan untuk melihat hasil dari kami praktek dan sebagai rujukan, silahkan klik disini
Semoga Bermanfaat
Share this article :

Poskan Komentar

 
Copyright © 2014. Biology For Us - All Rights Reserved