Indera Peraba (kulit)

Senin, 11 Juli 20110 komentar


Kulit merupakan salah satu organ yang terbesar dari tubuh; kulit membentuk 15 % dari berat badan keseluruhan. Kulit dibagi menjadi dua lapisan :

1.      Epidermis atau Kutikula
Epidermis merupakan lapisan terluar, sebagain besar terdiri dari epitel skuamosa bertingkat. Sel-sel yang menyusun epidermis secara terus menerus terbentuk dari lapisan germinal dalam epitel kolumner dan menjadi gepeng karena sel-sel  tersebut terdorong oleh sel-sel beru yang mengarah ke permukaan dimana sel-sel terkelupas karena gesekan. Lapisan terluar mengandung keratin, suatu protein zat tanduk.
Lapisan epidermis, lapisan tanduk terletak paling luar dan tersusun atas tiga lapisan sel yang membentuk epidermis;
·         Stratum korneum
·         Stratum lusidum
·         Stratum ganulosum
Zona Germinalis terletak di bawah lapisan tanduk dan terdiri atas dua lapis;
·         Sel berduri
·         Sel basal (sel yang terus menerus memproduksi sel epidermis)
Pigmentasi daru kulit sebagian besar karena adanya melanin, suatu pigmen yang berwarna hitam, pada lapisan terdalam epidermis. Lebih banyak  pigmen menyebabkan kulit menjadi lebih hitam. Pigmentasi sebagian besar dikontrol oleh hormone adrenalin dari pituitary. Pigmentasi dapat meningkat oleh sinar ultraviolet.
  
2. Dermis
Dermis merupakan lapisan yang tersusun dari kolagen dan jaringan elastic. Lapisan superficial menonjol ke dalam epidermis pada sejumlah papilla-papila kecil. Lapisan yang terdalam terletak pada jaringan subkutan dan fasia. Bagian ini mengandung pembuluh darah, pembuluh limfe, dan syaraf.

Pembuluh Darah
Pleksus-pleksus kapiler terdapat di bawah epidermis, dermis, dalam palpila dan sekitar kelenjar keringat, sebasea, serta folikel rambut. Terdapat pembuluh yang menjalar pada beberapa bagian dermis. Pada bagian ini darah dapat mengalir langsung dari arteole ke vena tanpa harus mengalir melalui kapiler.
Persyarafan
Kulit dipersyarafi dengan syaraf sensoris dan simpatis. Serat syaraf sensoris berakhir pada kulit dalam berbagai bentuk.
·         Ujung syaraf bebas
·         Fleksus syaraf di sekitar folikel rambut
·         Korpuskel Meissner, suatu struktur kecil yang tertutup, ditemukan disekitar ujung syaraf pada papilla.
·         Korpuskel Paccini, suatu struktur besar tertutup ditemukan disekitar dalam dermis.
Serat syaraf simpatis mensyarafi srteriole, kelenjar keringat, dan poli erector otot.
  
Kuku
Kuku merupakan zat khusus epidermis yang banyak mengandung kreatinin. Matrik kuku adalah area dari sel-sel germinal, tempat tumbuhnya radik kuku. Bantalan di bawah kuku merupakan lapisan tipis epidermis. Pupil jari di bawah kuku dibentuk dari jaringan penunjang vaskuler.
Korpuskel meissner yang sensitive terhadap sentuhan pada kulit
Korpuskel pasini yang sensitive terhadap tekanan pada kulit.

Rambut
Rambut merupakan kreatin yang tumbuh keluar dari papilla dasar rambut, yang merupakan tube sempit yang menjalar dari permukaan kulit melewati epidermis dan dermis. Warna dari rambut ditentukan oleh jumlah melanin yang terdapat pada lapisan terluar; makin banyak melanin yang dikandung makin gelap warna rambut. Otot eraktor pili merupakan sekelompok serat otot polos tipis yang melekat pada salah satu ujung folikel rambut dan pada ujung yang lain ke jaringan penunjang demis. Otot serabut dipersyarafi oleh syaraf simpatis.

Kelenjar Sebasea
Kelenjar sebasea terdapat pada semua kulit kecuali pada tepak tangan dan kaki. Kelenjar sebasea adalah kelenjar yang terdesak diantara folikel rambut dan otot erector pili. Kelenjar ini terbuka oleh duktus ke dalam sepertiga bagian atas dari folikel. Sebum merupakan produk dari kelenjar sebasea, hasil dari degenerasi lemak pada sel-selnya. Sebum ini didorong keluar dari kelenjar dan ke dalam folikel pada setiap kontraksi dari otot eraktor pili. Sebum melindungi dan melicinkan kulit dan rambut.

Kelenjar Keringat
Kelenjar keringat adalah tube tunggal yang tergulung, terletak pada jaringan subkutan dan dengan saluran panjang terbuka pada permukaan kulit. Kelenjar keringat biasa dipersyarafi oleh syaraf simpatis. Tetapi kelenjar apokrin, ketiak, vulva dan putting susu tidak mempunyai persyarafan, dan distimulus oleh adrenalin. Kelenjar-kelenjar tersebut menghasilkan sekresi yang berwarna kekuningan dengan ciri mempunyai bau (reaksi bakteri). Kelenjar tersebut tidak aktif sebelum pubertas dan baunya mungkin suatu atraksi seksual.
Kelenjar seruminus merupakan suatu kelenjar yang menghasilkan zat sejenis lilin pada meatus auditorius ekstermus, merupakan modifikasi dari kelenjar keringat.
Creases dan ridges, lipatan pada telapak tangan dan kaki dibentuk sekitar minggu ke-12 masa embrio, sebagian besar lipatan cenderung untuk berkembang dimana telapak tangan dan kaki pada akhirnya akan menjadi fleksi. Lipatan tersebut bervariasi dalam letak dan berbeda pada setiap orang, dan lipatan tersebut memperlihatkan perbedaan kedalaman panjangnya masa kehidupan yang berbeda pada orang yang sama. Tonjolan merupakan dasar identifikasi sidik jari, telapak tangan dan kaki.

Fungsi Kulit
Sebagai pelindung
Kulit melindungi  struktur  internal  dari  tubuh  terhadap  trauma dan terhadap invasi
oleh mikroorganisme yang membahayakan. Sebagian besar organisme mengalami kesulitan untuk berinfiltrasi pada kulit yang utuh tetapi mudah masuk melalui kulit yang terpotong atau mengalami abrasi (lecet). Selain itu pula sebagai alat pelindung yang diberikan oleh lapisan zat tanduk, dan oleh keasaman dari keringat dan terdapatnya asam lemak pada sebum yang dapat menghambat pertumbuhan mikroba merugikan dan mikroba menguntungkan juga secara normal terdapat pada permukaan kulit.

Sebagai alat peraba
Merasakan sentuhan, rasa nyeri, perubahan suhu dan tekanan kulit dan jaringan subkutan, dan transmisi syaraf melalui syaraf sensoris ke medulla spinalis dan otak. Fungsi yang pasti dari berbagai ujung syaraf pada kulit tidak diketahui dengan jelas. Perasaan yang disebabkan tekanan yang dalam dan perasaan yang mungkin menentukan dan menilai berat suatu benda, timbul pada struktur lebih dalam, misalnya pada otot dan sendi.

Sebagi alat pengatur panas
Kulit adalah organ utama yang berurusan dengan pelepasan panas dari tubuh. Banyak juga panas yang hilang melalui paru-paru dan sebagian kecil melalui feses dan urine. Panas yang dilepas melalui kulit diantranya dengan cara penguapan, pemancaran, konduksi, dan konveksi.
Sebagi alat penyimpan
Kulit dan jaringan dibawahnya bekerja sebagi tempat menyimpan air. Jaringan adipose di bawah kulit merupakan tempat penyimpanan lemak yang utama pada tubuh.

Sebagai alat absorpsi
Kulit dapat mengabsorpsi ;
·         Sinar ultraviolet yang berperan atas precursor vitamin D
·         Obat-obatan tertentu yang digunakan sebagai salep, dsb.
Share this article :

Poskan Komentar

 
Copyright © 2015.adi Biology For Us - All Rights Reserved