DNA Buah

Sabtu, 23 Juli 20110 komentar

Kelas/SMT : Kelas XII SMA/MA semester 2.
Standar Kompetensi:
Memahami penerapan konsep dasar dan prinsip substansi genetik pada makhluk hidup.
Kompetensi Dasar:
   Mendeskripsikan hubungan antara gen, DNA, dan kromosom.
Indikator:
Ø  Mengetahui struktur gen, DNA dan kromosom melalui hasil percobaan
Ø  Menjelaskan hubungan antara gen, DNA dan kromosom melalui hasil percobaan
Tujuan praktikum:
   Tujuan dari praktikum kali ini adalah,
1.Untuk mengetahui cara/metode yang benar untuk memisahkan (mengisolasi) DNA dari buah-buahan.
2.Mengetahui peran sabun dalam  melakukan percobaan isolasi DNA
3.Mengetahui gambaran struktur DNA buah secara konkrit.
Dasar Teori
DNA (Deoxyribose Nucleic Acid) adalah master molecul (molekul utama) yang mengkode semua informasi yang dibutuhkan untuk proses metabolisme dalam setiap organisme (Jamilah, 2005). DNA ini tersusun atas 3 komponen utama yaitu gula deoksiribosa, basa nitrogen dan fosfat yang tergabung membentuk nukleotida (Istanti, 1999). Molekul DNA ini terikat membentuk kromosom, dan ditemukan di nukleus, mitokondria dan kloroplas. DNA yang menyusun kromosom ini merupakan nukleotida rangkap yang tersusun heliks ganda (double helix), dimana basa nitrogen dan kedua ”benang” polinukleotida saling berpasangan dalam pasangan yang tetap melalui ikatan hidrogen dan antara nukleotida yang satu dengan nukleotida yang lain dihubungkan dengan ikatan fosfat. DNA terdapat di dalam setiap sel makhluk hidup dan disebut sebagai ”cetak biru kehidupan” karena molekul ini berperan penting sebagai pembawa informasi hereditas yang menentukan struktur protein dan proses metabolisme lain (Jamilah, 2005).
Proses isolasi DNA diawali dengan proses ekstraksi DNA. Hal ini bertujuan untuk memisahkan DNA dengan partikel lain yang tidak diinginkan. Proses ini harus dilakukan dengan hati-hati, sehingga tidak menyebabkan kerusakan pada DNA. Untuk mengeluarkan DNA dari sel, dapat dilakukan dengan memecahkan dinding sel, membran plasma dan membran inti baik dengan cara mekanik maupun secara kimiawi. Cara mekanik bisa dilakukan dengan pemblenderan atau penggerus menggunakan mortar dan pistil. Sedangkan secara kimiawi dapat dengan pemberian yang dapat merusak membran sel dan membran inti, salah satunya adalah deterjen.
Penambahan deterjen dalam isolasi DNA dapat dilakukan karena deterjen dapat menyebabkan rusaknya mebran sel, melalui ikatan yang dibentuk melalui sisi hidrofobik deterjen dengan protein dan lemak pada membran membentuk senyawa ”lipid protein-deterjen kompleks”. Senyawa tersebut dapat terbentuk karena protein dan lipid memiliki ujung hidrofilik dan hidrofobik, demikian juga dengan deterjen, sehingga dapat membentuk suatu ikatan kimia (Machmud, 2006).
Alat dan Bahan
   Alat:
1.      Beaker glass atau gelas aqua
2.      Pisau
3.      Pengaduk
4.      Penyaring (tissu / kapas)
5.      Mesin blender
6.      Spatula
7.      Tabung reaksi dan rak tabung
   Bahan:
1.      Buah Pisang & alpukat
2.      Deterjen ( Surf, Rinso) & sabun BuKrim
3.      Aquades
4.      Garam dapur
5.      Etanol 96% dingin (Etanol & es Batu)
Prosedur Kerja:
1. Melarutkan sabun colek secukupnya ke dalam 30 ml aquades, diaduk pelan selama 15 menit.
2. Ambil 50 gram daging buah ditambah 50 ml aquades dimasukkan ke dalam mesin blender, kemudian diblender selama 40 detik.
3. Lalu campurkan 10 ml masing-masing larutan sabun dicampurkan dengan masing-masing 10 ml jus buah
4. Menambahkan 1 spatula garam dapur kemudian diaduk selama 5 menit sampai diperoleh campuran yang homogen.
5. Menyaring campuran yang dihasilkan pada point sebelumnya sebanyak dua kali
6. 6 ml hasil penyaringan pada point dia atas dimasukkan ke dalam tabung reaksi dan menambahkan 5 mL etanol 96% dingin
7. Mengamati proses timbulnya DNA, meliputi waktu yang diperlukan, warna, serta banyak sedikitnya DNA yang terbentuk.
Hasil Pengamatan:
No
Buah
Perlakuan
Hasil pengamatan
Warna
Bentuk
Waktu
Jumlah
1.
Pisang
Diberi sabun colek






Deterjen




2.
Alpukat
Sabun colek






Deterjen




 Apabila ingin melihat hasi dan pembahasan, silahkan klik disini
Share this article :

Poskan Komentar

 
Copyright © 2015.adi Biology For Us - All Rights Reserved